(4) 1# Pejuang Subuh : Bawa Sendal Apa?

 On 30 Januari 2014  

Sering kali setiap pergi ke suatu mesjid dengan menggunakan sendal, saya sering lupa bawa sendal apa. Karena dari rumah gak lihat dulu pakai sendal apa. Kadang pakai sendal sendiri, kadang pakai sendal kakak.

Kalau sendal sendiri tentu udah tahu merknya, namun saat pakai sendal punya kakak saya sering lupa mana sendalnya. Dari pada terambil sendal orang, lebih baik pulang terakhir dan menunggu sendal mana yang tersisa.

Pada suatu waktu, hal itu terulang kembali di sebuah mesjid di kota pekanbaru. Saya lupa tadinya waktu berangkat bawa sendal apa. Saya pikir mending tunggu saja sampai orang terakhir keluar dari mesjid, jika ada sendal yang tersisa itu berarti sendal saya.

Setelah menunggu beberapa saat. Satu per satu jamaah keluar, saya kira ada sebuah sendal yang mirip dengan sendal kakak. Tapi setelah ditunggu ternyata sendal itu milik orang lain. Untung saja tadi saya gak ambil sendal itu.

Setelah orang terakhir keluar dari mesjid, ternyata tidak ada satupun sendal yang tersisa. Berarti sudah positif sendal yang saya bawa saat ke mesjid telah raib entah kemana.

Oleh karena itu, saya coba untuk berpikiran positif. Sendal yang hilang itu bukan lagi rezeki saya, tapi sudah menjadi rezeki orang yang mengambilnya. Saya harus belajar mengikhlaskan. Bisa jadi selama ini saya kurang bersedekah sehingga musibah seperti itu sering terjadi pada saya.

Faktanya sandal yang hilang selalu merek yang sama. Akan tetapi saya tak pernah kapok untuk membeli merek sendal itu lagi. Kalaupun hilang lagi, itu bukanlah rezeki saya lagi.
(4) 1# Pejuang Subuh : Bawa Sendal Apa? 4.5 5 Wesya Wimala 30 Januari 2014 Sering kali setiap pergi ke suatu mesjid dengan menggunakan sendal, saya sering lupa bawa sendal apa. Karena dari rumah gak lihat dulu pakai...


Related Post:

  • Mempercayai Keyakinan"Apabila kita tidak mempercayai keyakinan kita, alhasil kita hidup dalam keraguan yang tak berkesudahan" Andrew Newberg & Mark Waldman… Read More
  • Anak SholehSaya tidak tahu rasanya menjadi bapak ketika seorang ayah bercerita kekhawtiran atas perkembangan anak-anak mereka. Bagaimana mungkin seorang anak ditanya tentang posisinya sebagai bapak. Meskipun demikian, saya mencoba menjawab dengan posisi dan s… Read More
  • Defenisi KayaJika saya berhenti bekerja hari ini, berapa lama bisa bertahan hidup? Sebuah pertanyaan dari Buckminster Fuller yang dikutip oleh Robert T Kiyosaki perihal defenisi kaya. Kekayaan adalah kemampuan seorang untuk hidup terus melewati hari esok.… Read More
  • Kaya dan CukupYa Allah aku khawatir meminta kaya padamu, aku takut diriku kikir. Engkaulah pemberi kekayaan. Ya Allah aku malu mengeluh karena merasa tak cukup, padahal Engkaulah telah memberikan kecukupaan.… Read More
  • Golongan KananRasanya lelah, tapi tak akan membuat aku menyerah. Mewujudkan apa yang kita impikan tak semudah bayangan. Butuh perjuangan dan pengorbanan. Setelah direnungkan sejenak, ternyata inilah jembatan hidup yang disebut dengan kesabaran. Kita tak pernah t… Read More
garaMManis. Diberdayakan oleh Blogger.