Secangkir Kopi

 On 12 Januari 2014  

Secangkir kopi yang ku teguk di pagi ini tak mampu mengobati kegundahan ku. Irama hujan semakin membuat lidahku kaku untuk mengucapkan "selamat pagi".

Bukannya menyerah, sekarang ku relakan hatiku pada takdir. Aku tak pernah mengunci perasaan ini. Namun rasa malu ternyata dapat membuat akal ku menjadi tidak sehat.

Aku coba mengaitkan jiwa ku dengan hatiku agar selaras dengan tubuh yang fana ini. Memancarkan kecendrungan untuk selalu berbuat baik tanpa ada lagi pertimbangan dalam pikiran.

Suratan hidup ini sungguh indah jika aku memandang bahwa semua jalan cerita kehidupan ini hanyalah tertuju pada satu ujung, yakni kepada Nya.
Secangkir Kopi 4.5 5 Wesya Wimala 12 Januari 2014 Secangkir kopi yang ku teguk di pagi ini tak mampu mengobati kegundahan ku. Irama hujan semakin membuat lidahku kaku untuk mengucapkan ...


Related Post:

  • Pekerjaan adalah hartaPekerjaan dapat disebut dengan harta. Pekerjaan menjadi lumbung pendapatan yang muaranya berakhir dengan harta. Sebagian dari pendapatan digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, sementara bagian lain disimpan sebagai bekal. Simpanan itulah yang diseb… Read More
  • Pilihan Istikharah tidak selalu memberikan pilihan yang sesuai harapan, kadang kita memilih pilihan yang keliru. Tapi pilihan keliru itu adalah pilihan yang terbaik dan tepat bagi kita untuk mencapai tujuan.  … Read More
  • Menghindari PrasangkaKalaupun boleh menyimpulkan, saya ingin menarik benang merah dari sebuah prasangka. Setiap manusia tidak lepas dari prasangka, hal ini mengindikasikan bahwa selalu ada ketidakpastian sehingga manusia sering kali menerka atau berprasangka. Ketika be… Read More
  • Rembulan GelapTRembulan yang bersinar malam ini tak mampu mengusir keresahan dan kegundahan ku. Entah apa dosa ku, sehingga kebahagian ini menjauh. Sejauh bulan yang tergantung di langit. Rembulan nan terang itu terlihat gelap. Apakah aku terlalu banyak memasukan… Read More
  • Galau LagiAku tak tahu mau menulis apa. Sedikitpun tak terlintas bahan untuk ditulis. Namun hal itu tak menghalangi ku untuk menulis, seperti tulisan gak jelas ini. Jika ada kata galau, mungkin itulah kata yang tepat melekat pada diriku saat ini. Aku tak tahu… Read More
garaMManis. Diberdayakan oleh Blogger.